Minggu lalu, 24/08/2008, ada yang seru di jalan depan rumah saya. Saya keluar rumah, kirain ada apa pagi-pagi gini, nggak tahunya ada karnaval sepeda hias tujuh belas agustusan dari kampung lain nih! Wah, seru dan lucu nih pokoknya hahaha…maklum, pesertanya anak-anak soalnya. Tujuh belasan memang sudah lewat, tapi semangatnya pas karnaval itu masih terasa lah. Luar biasa.
Saya dan anak saya ngacir ke ujung jalan rumah saya. Nonton sebentar, dan akhirnya kepikiran nih…wah mo mengabadikan momen seru gini dan setahun sekali ini pake digicam saya. Saya dan anak saya pun ngintili dari belakang para peserta karnaval sepeda hias ini. Semua pesertanya anak-anak kecil. Sepeda mereka juga dihias dan di model-model sekreatif mungkin. Keren lah pokoknya untuk ukuran sebuah kreatifitas seusia anak-anak. Atribut pakaian pun juga unik. Ada yang pake seragam polisi, tentara, baju daerah dan pakaian bebas juga. Ada nilai keunikan, semangat, kreatifitas, kompetisi lomba dan nasionalisme dari karnaval kelas kampung ini. Tapi ini tidak menyurutkan kemeriahannya yang seru punya. Dan partisipasi para orang tuanya juga yang patut kita hargai.
Pulang dari nonton karnaval, anak saya merengek minta sepedanya dihias juga seperti karnaval tadi. Gubrakss!!! yo wis…daripada gak tenang dianya, saya ngacir ke toko buku dekat rumah beli kertas creepe yang warna-warni itu untuk hiasannya. Cari warna merah dan putih gak ada (habisss diborong buat hiasan juga sama orang hahaha!!!). Warna merah putihnya gak ada, jadinya beli warna yang lain aja. Sing penting anakku ayem kekeke….
Sampai rumah, saya dan dia mulai prakarya potong kecil-kecil kertasnya. Setelah dipotong, ujung kertas di tempel dengan solatip biar kenceng nempelnya. Lalu digubet-gubet (apa sih istilahne iki…diplintir-plintir gitulah mengelilingi frame sepeda gitu hahaha). Setelah hampir semua frame ditutup gubetan kertas creepe tadi, jadilah sepeda hiasnya hahaha…..
Sekitar 25 tahun yang lalu (saya masih SD waktu itu), tradisi menghias sepeda pas tujuh belasan juga sudah pernah saya alami juga. Saya bersyukur, hingga saat ini saya bersama anak saya masih bisa menikmati karnaval sepeda hias. Karnaval sepeda hias ini mengandung unsur kreatifitas, fun, semangat berkompetisi, dan hadiahnya menarik juga untuk para anak-anak.
Entahlah, masih adakah tradisi karnaval sepeda hias ini di tempat-tempat lainnya. Atau sudah berganti menjadi tradisi karnaval motor/mobil hias karena sepeda sudah nggak jaman lagi saat ini? moga saja sepeda di mata anak-anak kita masih tetap melekat dan menjadi kendaraan bermain/kendaraan beraktifitasnya tanpa melupakan fungsi, manfaat, dan nilai-nilai dari penggunaan sepeda itu sendiri di jaman sekarang ini.
Keep riding and feelfree guys!!!
salam,
lutfi
*As I am – Dream Theater mode on*

makanya mumpung Agustusan, memeriahkan HUT bangsa dan menyenangkan anak dapat pahala
betul rekan gss leces, salam kenal ya:D. Moga2 bisa main ke Probolinggo nih saya.